Type something and hit enter

By On
Money Management


Tipsponsel.com - Kali ini akan saya ulas sedikit tentang satu hal yg sangat penting dalam bisnis trading yaitu strategi mengelola resiko. Materi ini saya dapatkan dari salah-satu grup trader yang ada di telegram.

Strategi Mengelola Resiko / Money Managemen (MM)

Ini adalah bagian integral dari strategi bisnis kita secara keseluruhan disamping teknik analisa dan TS plus segala macam didalamnya, tujuannya agar bisnis trading kita bisa survive kemudian berkembang dalam jangka panjang (ingat orientasi kita trading adalah bisnis, bukan mau kaya secara instan atau judi untung2an).

Ini akibat dari sifat dunia trading ini dimana selalu "ga ada yg tahu pasti harga akan bergerak kemana", jadi karena faktor ketidak-pastian ini unsur resikonya jadi sangat tinggi sehingga ini yg menjadi prioritas untuk kita pikirkan setelah rule syariahnya.

Yup, mengelola resiko disini menurut saya jauh lebih utama daripada memikirkan keuntungan.

Prinsip dasar dalam mengelola resiko ini adalah kita harus selalu berasumsi bahwa transaksi kita rugi.

Aneh kan?

Ga juga, justru dengan begitu kita akan selalu siap secara mental.

Karena secanggih apapun teknik analisa dan strategi yg kita pakai, setinggi apapun win : lose rationya, ketika kita sudah membuka posisi semuanya itu bullshit!

Kita sama sekali tidak punya kuasa menentukan hasilnya selain Alloh tentunya.

Nah tugas kita adalah mengatur berapa batas kerugian yg bisa kita terima sehingga kalau ternyata benar rugi kita masih jauh dari serangan jantung dan masih punya modal untuk melanjutkan bisnis lagi.

Tentunya kita harus mampu survive setelah kerugian berkali2, minimal harus bisa tahan sepuluh kali rugi berturut2 deh, bahkan kalau perlu atur supaya bisa bertahan puluhan atau ratusan kali rugi sebelum kita kolaps dan MC.

Caranya kita tentukan berapa persen jumlah kerugian yg bisa kita terima pada setiap transaksi, 10% kah, atau 20%, atau hanya 1% mungkin, lalu konversikan jumlah ini kedalam pips besaran stop loss kita, nanti dari situ kita dapat berapa lot volume transaksi yg harus kita buka.

Adapun besaran pips stop loss ini tergantung kepada strategi yg kita terapkan pada transaksi yg bersangkutan.

Misal kita punya modal $1000 dan hendak membuka transaksi, setelah pertimbangkan ini itu kita tetapkan kita berani menerima kerugian $50 atau 5% dari modal, kita masih bisa senyum pastinya kalaupun rugi segitu mah.

Lalu berdasarkan strategi yg digunakan stop loss adalah 50 pips dan targetnya 75 pips.

Jadi sekarang kita atur besaran lot yg akan dibuka agar 50 pips stop loss ini nilainya sama dengan $50.

Sedikit pakai matematika, kalau 50 pips = $50 maka kita cari dulu nilai 1 pipnya, dapatlah $50 : 50 pip = $1.

Jadi sekarang kita atur lot agar nilai 1 pip = $1, kalau 1 lot (standard) nilai 1 pipnya adalah $10 maka untuk mendapatkan jumlah lotnya tinggal ($1 : $10) X 1 lot = 0,1 lot.

Nah jadi 0,1 lot yg nanti akan kita buka, kalau kita ternyata rugi 50 pips maka kita rugi $50, dan kalau ternyata kita untung 75 pips maka kita untung $75.

Pada prakteknya nanti 0,1 lot ini bisa saja kita buka semua dalam satu posisi atau bisa kita pecah lagi menjadi beberapa posisi baik itu di pair yg sama atau di pair berbeda.

Bisa kita buka di dua pair masing2 posisi 0,05 lot misalnya, atau sepuluh pair masing2 sebesar 0,01 lot, terserah kebijakan masing2 asalkan resiko total tetap $50.

Gampang saja kan yah pada dasarnya?

Lalu berapa persen sih amannya dana yg kita resikokan dalam suatu transaksi?

Ini kebijakan masing2 lagi, kalau yg paling safe itu maksimal 2%-5%, dengan 2% ini artinya kita punya kesempatan 50 kali berbuat salah berturut2 sebelum kolaps/MC.

Atau bisa juga 5%, ini menurut saya pribadi paling ideal dengan 5% ini kita ada ruang 20 kali, kalau mau agak nekat bisa deh 10%, ini masih ada ruang untuk 10 kali rugi.

Kalau diatas itu? Ya silakan pertimbangkan sendiri deh, hehehe..

Sekian ulasan kali ini, jangan lupa tinggalkan komentar, dan share artikel ini jika bermanfaat...
Salam sukses...